Prodi TBP Terlibat dalam Gelar Agritalk Series 2025: Perkuat Sinergi untuk Perikanan Berkelanjutan di NTT
Kupang, Indonesia – Program Studi Teknologi Budidaya Perikanan (TBP) Politani Kupang turut terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan Agritalk Series 2025 yang mengangkat tema “Inovasi dan Pengembangan Perikanan Berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur: Sinergi Pemerintah, Industri, dan Teknologi untuk Ketahanan Pangan dan Ekonomi Baru.” Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (28/10/2025) di Kampus Politani Kupang.
Keterlibatan Prodi TBP dalam kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi akademik dalam mendukung pengembangan sektor perikanan yang berkelanjutan di wilayah Nusa Tenggara Timur. Melalui kegiatan ini, Prodi TBP berperan aktif dalam diskusi ilmiah, berbagi pengetahuan, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Wakil Direktur II Politani Kupang, Alexander S. Tanody, S.Pi., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa Agritalk bukan sekadar forum berbagi materi, melainkan menjadi sarana penguatan ekosistem kolaboratif untuk menjawab kebutuhan nyata industri. Hal ini menunjukkan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan sektor industri dalam menghasilkan solusi yang aplikatif.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Sulastri Rasyid, menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi persaingan global. Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali dengan kompetensi yang relevan serta kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi di bidang perikanan.
Dari pihak industri, Breva Rizqi D. Nugraha, selaku General Manager PT Matsyaraja Arnawa Stambhapura, mengungkapkan adanya paradoks yang selama ini menjadi persoalan mendasar sektor perikanan di NTT, di mana potensi sumber daya yang besar belum sepenuhnya diimbangi dengan pengelolaan dan pemanfaatan yang optimal.
Selain itu, Yuli Agustine dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara turut memberikan perspektif mengenai pentingnya pendekatan berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya perikanan, termasuk peran konservasi dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Agritalk Series 2025 menghadirkan berbagai pihak, mulai dari akademisi, pemerintah, hingga pelaku industri perikanan. Diskusi yang berlangsung menyoroti pentingnya inovasi teknologi dalam budidaya perikanan, pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan, serta strategi peningkatan produktivitas dan daya saing sektor perikanan.
Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan dan memahami secara langsung dinamika dunia industri perikanan. Keterlibatan mahasiswa dalam forum ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan di dunia kerja.
Melalui kegiatan Agritalk Series 2025, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara kampus, pemerintah, dan industri dalam menciptakan inovasi di bidang perikanan. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, serta praktisi perikanan. Diskusi interaktif yang berlangsung menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong kemajuan perikanan berkelanjutan.